MANAJEMEN KELAS

 

MANAJEMEN KELAS

 

PENGERTIAN MANAJEMEN KELAS

Proses belajar mengajar dikelas itu bertujuan untuk mengarahkan perubahan pada diri sendiri secara terencana baik itu dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran hendaknya harus pandai untuk manajemen kelas agar dalam pembelajaran berjalan secara efektif dan optimal. Ruang lingkup dari manajemen kelas itu seperti kegiatan akademik berupa perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran serta kegiatan-kegiatan administrasi seperti kegiatan prosedural dan organisasional yaitu pelaporan, pencatatan kelas, pengadaan tes, pengorganisasian kelas, penegaan disiplin kelas, pembagian tugas, pengelompokan siswa dan penataan ruang serta masih banyak lagi. Dengan adanya manajemen kelas ini maka siswa akan termotivasi dalam pembelajaran terutama pada manajemen suasana kelas sehingga peserta didik/siswa yang belajar dapat berfikir jernih, nyaman dan antusias dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas sehingga peserta didik/ siswa nantinya dapat mengembangakan potensi dan kreatifitasnya.

Dari beberapa literatur, kata manajemen itu ternyata hasil dari terjemahan kata “pengelolaan” yang mana di Indonesia itu dikenal menjadi kata “manajemen” yang artinya pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaann sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan.[1] maka secara umum manajemen itu dapat diartikan sebagai penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola itu dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efesien.

Nah jika berdasarkan pandangan dari Hadari Nawawi kelas itu memiliki makna dari dua sudut yakni kelas dalam arti sempit yang berarati ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar dan kelas dalam arti luas yaitu suatu masyarakat kecil bagian dari sekolah yang secara dinamis menyelenggarakan proses belajar mengajar. Maka dari pengertian keduanya diambil sebuah kesimpulkan bahwa yang dimaksud kelas dalam hal ini itu ruangan belajar atau rombongan belajar yang dibatasi oleh empat diding atau tempat peserta didik belajar.

Disini saya sertakan beberapa pendapat para ahli yang mengemukakan pandangangannya mengenai manajemen kelas diantaranya seperti :

·         Drs. Syaiful Bahri Djamarah, beliau berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.

·         Johann Kasin Lemlech yang dalam bukunya beliau mengatakan bahwa manajemen kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, pengaturan lingkungannya untuk memaksimumkan efisiensi, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.

·         Pendi Susanto mengatakan bahwa manajemen dalam hal ini berarti proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan usaha anggota-anggota organisasi serta pendayagunaan seluruh sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.[2]

Dalam hal ini guru itu harus mampu menciptakan dan menyelenggarakan kondisi belajar siswa supaya mau mengikuti belajar dengan rasa penuh tanggung jawab dan senang hati dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Manajemen kelas dikatakan efektif juga apabila guru mampu membangun lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan partisipasi siswanya dalam belajar seperti perencanaan yang disusun guru untuk menghadapi perilaku siswanya, kalimat-kalimat berupa dukungan untuk memotivasi siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan masukannya kepada guru jikalau si guru melakukan kesalahan.

 

FUNGSI MANAJEMEN KELAS

Jadi fungsi manajemen kelas ini sebenarnya untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik itu dari segi-segi potensi peserta didik lainnya. Memberikan arahan seperti pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan, membantu guru memperjelas pemikiran tentang pengajarannya, membantu guru untuk lebih mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, memberikan kesempatan pada guru untuk perkembangan profesionalnya, membantu guru untuk dapat percaya diri saat mengajar didepan muridnya baik di dalam kelas maupun di luar kelas, dan masih banyak lagi.

TUJUAN MANAJEMEN KELAS

Tujuan manajemen kelas diantaranya yaitu seperti agar pengajaran itu dapat dilakukan secara maksimal sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai, menciptakan suasana kelas yang nyaman sehingga nantinya siswa/peserta itu dapat mengembangkan kemampuannya, dapat membina siswa sesuai dengan sifat-sifat/ karakteristik setiap individunya, memudahkan untuk memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya, memberi kemudahan untuk membicarakan masalah-masalah penting untuk dibicarakan, mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung jawab individu, membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan taata tertib sekolah, membangkitkan rasa tanggung jawab dan masih banyak lagi. Jadi pada dasarnya tujuan manajemen kelas itu untuk mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan tersebut itu dapat menunjang proses pembelajaran agar berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat tujuan pendidikan itu bisa tercapai. Manajemen kelas juga harus sesuai dengan tujuan yang hendak di capainya.

INDIKATOR KEBERHASILAN MANAJEMEN KELAS

Nah manajemen kelas dikatakan berhasil itu apabila setiap siswanya tesebut mampu terus belajar dengan nyaman tanpa adanya gangguan. Seperti siswa itu terus menunjukkan semangat dan antusiasnya untuk selalu mencoba belajar meskipun menghadapi beberapa hambatan-hambatan. Selain itu manajemen kelas dikatan berhasil juga apabila siswanya itu terus produktif mengerjakan tugas-tugasnya tanpa membuang-buang waktu dengan percuma. Seperti siswanya terus bekerja dengan secepatnya supaya tugas yang diberikan oleh guru itu cepat terselesaikan. hal ini mengajarkan siswa dapat menggunakan waktunya secara efektif dan efesien mungkin.

PRINSIP MANAJEMEN KELAS

1.      Guru harus hangat dan antusias : seperti guru harus bersikap baik, ramah, lemah lembut kepada siswa/peserta didiknya. Hal ini bisa dilakukan seperi menanyakan kabar siswa-siswinya sebelum mulai belajar dikelas. Nah dengan begitu siswa akan terkesan dan merasa diperhatikan oleh gurunya. Kemudian bisa juga dengan memberikan kesempatan kepada siswa/peserta didk untuk mau meyampaikan keluh kesahnya seperti permasalahan yang dihadapinya baik permasalahan belajar ataupun permasalahan lainyya. Nah dengan begitu siswa/peserta didik akan merasa nyaman karena mempunya tempat untuk curhat. Hal ini juga bisa membuat hubungan antara pendidik dan peserta didik menjadi semakin erat.

2.      Guru harus mampu memberikan tantangan : pada masa anak-anak siswa/peserta didik itukan memiliki rasa ingin tahu yang besar nah disini guru/pendidik bisa memberikan tantangan agar peserta didiknya antusias dalam mengikuti pembelajaran seperti memberikan kuis saat jam belajar akan berakhir, memberikan teka-teki saat proses pembelajaran, belajar dengan metode game, bermain peran dan lain sebagainya yang pastinya membuat siswa/peserta didik antusias untuk mengikutinya.

3.      Beri penekanan pada hal posotif : seperti jangan mencela siswa/peserta didik yang berbuat hal negatif, caranya cukup dengan menasehati siswa/peserta didik tersebut dengan syarat menasehatinya tidak di depan teman-temannya sehingga dia tidak merasa sedang dipermalukan. Kemudian bisa juga dengan cara memberika  nasihat-nasihat terkait dengan cita-citanya kedepan dan memberikan pesan-pesan hal apa-apa saja yang harusnya dia lakukan dah hindari agar cita-citanya kelak dapat tercapai. Selain itu juga bisa dengan cara memberikan pujian kepada siswa/peserta didik yang melakukan hal-hal positif nah nantinya dengan begitu peserta didik lainnya juga akan termotivasi untuk melakukan hal-hal positif juga.

Prinsip ini berfungsi agar manajemen kelas dapat diterapkan dengan baik dengan sasarannya yakni siswa/peserta didik.

PROSEDUR MANAJEMEN KELAS

Prosedur manajemen kelas itu dapat dilakukan dengan cara pencegahan (Preventif) dan penyembuhan (Kuratif) perbedaanya terletak pada pengelolaan kelasnya. Kalau Preventif itu upaya yang dilakukannya berdasarkan inisiatif dari gurunya sendiri untuk mengatur siswa/peserta didiknya sedangkan Kuratif yakni berupa langkah-langkah untuk menangani penyimpangan-penyimpangan yang bisa mengganggu kondisi belajar mengajar yang sedang berlangsung.

 

Prosedur Manajemen kelas yang bersifat Preventif itu seperti :

1.      Peningakatan kesadaran pendidik sebagai guru, yaitu guru harus sadar mengenai kedudukannya dan kewajibannya sebagai pendidik yang memiliki fungsi dan tugas sebagai fasilitator untuk mengjari siswa/peserta didiknya.

2.      Peningkatan kesadaran siswa, yaitu siswa harus sadar bahwa posisinya saat itu sebagai penuntut ilmu untuk mencapai tujuan tertentu yang berkaitan dengan masa depannya. Siwa/pesera didik harus patuh terhadap apa yang sudah menjadi keputusan dari pihak sekolah.

3.      Penampilan sikap tulus guru, dalam hal ini guru harus bersikap dan bertindak secara wajar dan tulus kepada siswa/peserta didiknya seperti dalam berinterkasi dengan siswanya harus mencerminkan sikap yang hangat dan santun.

4.      Pengenalan terhadap tingkah laku siswa, mengetahui tingkah laku setiap siswa itu perlukan untuk menetapkan pola atau pendekatan manajemen kelas yang akan diterapkan dalam situasi belajar-mengjar nantinya.

Prosedur Manajemen kelas yang bersifat Kuratif itu seperti :

1.      Identifikasi masalah, yaitu dengan cara menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang dapat mengganggu proses belajar-mengajar di dalam kelas dan melihat dampaknya apakah luas atau tidak.

2.      Analisis masalah, yakni berusaha mencari tau latar belakang sepeti sebab-sebab masalah itu timbul terkait dengan penyimpangan yang dilakukan oleh siswa/peserta didiknya.

3.      Penetapan alternatif pemecahan, yakni biasanya dengan cara mengidentifaksi terlebih dahulu pendekatan apa saja yang bisa digunakan dalam me manajamen kelas itu bisa juga dengan cara memahami cara-cara untuk mengatasi setiap masalah tersebut dengan pendekatan tadi.

4.      Monitoring, monitoring dalam hal ini seperti untuk melihat akibat-akibat apa yang telah terjadi dari penyimpangan yang dilakukan oleh peserta didik tersebut.

PENDEKATAN DALAM MANJEMEN KELAS

Nah pendekatan ini sangat membantu guru dalam membina disiplin kelas pada siswanya, pendekatannya seperti :

1.      Pendekatan Manajerial, pendekatan ini dilihat dari sudut pandang manajemen tentang kepemimpinan.

2.      Pendekatan Psikologis, yaitu pendekatannya didasarkan pada psikologi behavioristik yang mana semua tingkah laku yang baik atau kurang baik merupakan hasil proses belajar.

3.      Pendekatan sosio-emosional, pendekatan ini berlandaskan psikologi klinis dan konseling yang menduga tentang proses belajar-mengajar yang efektif antara pribadi guru dengan murid/peserta didiknya serta murid/peserta didik dengan gurunya.

4.      Pendekatan Proses kelompok, nah pendekatan ini berdasarkan pada psikologi klinis dan dinamika kelompok yang anggapannya tentang pengalaman belajara sekolah berlangsung dalam konteks kelompok sosial, tugas pokok guru yaitu membina kelompok yang produktif dan efektif.

5.      Pendekatan Elektrif, pendekatan ini berusaha menggunakan/menggabungkan berbagai macam pedekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan proses belajar mengajar itu berjalan efektif dan efesien. Dalam pendekatan ini guru itu dapat memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan.

 

 

REFERENSI

Junita W. Arfani, Sugiyono, Manajemen Kelas Yang Efektif : Penelitian Di Tiga Sekolah Menengah Atas, Jurnal Akutabilitas Manajemen Pendidikan Volume 2, Nomor 1, 2014

Edeng Suryana, Manajemen Kelas Berkarakter Siswa, Dosen STAI Miftahul Huda Subang

Astuti, Manajemen Kelas Yang Efektif, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Volume 9, No. 2 Agustus 2019

Alfian Erwinsyah, Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Volume 5, Nomor 2 : Agustus 2017

Handarai Nawawi, Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas, Sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta : gunung agung, 2000).

Pendi Susanto, Produktivitas Sekolah (Bandung : Alfabeta, 2016), h. 6.

 



[1] Handarai Nawawi, Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas, Sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta : gunung agung, 2000). Hal. 116

[2] Pendi Susanto, Produktivitas Sekolah (Bandung : Alfabeta, 2016), h. 6.

Komentar