KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
KARAKTERISTIK
PESERTA DIDIK
Setiap peserta didik itu pasti memiliki perbedaan masing-masing mulai
dari pengetahuan, sikap, dan keterampilannya. Nah Interaksi antar guru dan
peserta didik ini sangat diperlukan untuk membentuk suatu hubungan yang mana
dari sini pendidik/guru dapat memahami lebih dalam karakteristik masing-masing
peserta didiknya karena dalam proses perencanaan pembelajaran itu pendidik/guru
juga harus memahami kemampuan dan karakteristik awal peserta didik untuk dapat
menetapkan spesifikasi perubahan perilaku atau tujuan dan materi. Informasi
mengenai karakteristik peserta didik itu menjadi sangat penting
sebagai bahan untuk pertimbangan dalam mengambil langkah selanjutnya. Mengutip dari Atwi Suparman beliau mendefinisikan karakteristik
peserta didik sebagai ciri dari kualitas perorangan peserta didik yang ada pada
umumnya meliputi antara lain kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan,
motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, keterampilan, psikomotorik,
kemampuan kerjasama, serta kemampuan sosial (Atwi Suparman, 2001 : 123). Karena
setiap peserta didik itu memiliki perbedaan dalam hal motivasi belajar,
kemampuan belajar, latar belakang, sosial ekomoni dan tingkat pengetahuannya
maka guru/pendidik harus memperlakukan setiap siswa/peserta dengan pendekatan
yang berbeda untuk dapat merencanakan pembelajaran sesuai dengan keadaannya.
Mengutip dari Smaldino dkk, beliau mengemukakan ada empat faktor yang harus
diperhatikan dalam menganalisis karakter siswa yaitu (1) Karakter umum, (2) Kompetensi
ata kemampuan awal, (3) Gaya belajar dan (4) Motivasi.
Dapat disimpulkan bahwa setiap perserta didik memiliki
karakteristik yang berbeda-beda,dari gaya belajar nya pun juga berbeda. Oleh
karena itu setiap pelaksaan pendidikan harus bisa memahami semua sifat
karakteristik.guru pun juga bisa membuat metode pembelajaran yang lebih
efektif.
Karakteristik siswa itu lebih mengarah kepada ciri khusus yang
dimiliki oleh siswa, yang mana ciri tersebut dapat mempengaruhi tingkat
keberhasilan pencapaian tujuan belajar. Karakteristik siswa merupakan ciri
khusus yang dimiliki oleh masing-masing siswa baik sebagai individu atau
kelompok sebagai pertimbangan dalam proses pengorganisasian pembelajaran. Nah
mengutip dari pendapatan Cruickshank, beliau mengemukakan bahwa ada beberapa
karakteristik umum siswa yang perlu diperhatian dalam bermanfaat juga untuk
mendesain proses atau aktivitas pembelajaran, yaitu seperti :
1)
Kondisi
sosial ekonomi
2)
Faktor
budaya.
3)
Jenis
kelamin
4)
Pertumbuhan
5)
Gaya
belajar
6)
Kemampuan
belajar.
Nah jadi
semua hal ini itu perlu dipertimbangkan agar dapat mencapai kemampuan
siswa/peserta didik yang maksimal. Analisis karakteristik siswa ini merupakan
upaya untuk memperoleh tuntutan, bakat, minat, kebutuhan dan kepentingan siswa,
berkaitan dengan suatu program pembelajaran tertentu.
Ada beberapa Teknik yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi
karakteristik awal siswa dan sama dengan teknik yang digunakan untuk
mengidentifikasi perilaku awal, yaitu seperti kuesioner, interview, observasi
dan tes. Tujuan mengetahui karakteristik siswa adalah untuk mengukur, apakah
siswa akan mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak; sampai di mana minat
siswa terhadap pelajaran yang akan dipelajari. Bila siswa mampu, hal-hal apa
yang memperkuat dan bila tidak mampu hal-hal apa yang menjadi penghambat.
Hal-hal ini perlu diketahui bukan hanya dari faktor akademisnya tetapi juga
dilihat dari faktor sosialnya seperti :
1.
Faktor-faktor
akademis
Meliputi Jumlah siswa dalam satu kelas, latar belakang
pendidikannya (sekolah yang pernah ditempuh), Bagaimana nilai rata-rata yang
dicapai tiap sekolah/kursus/latihan yang pernah dialami, Apakah siswa mempunyai
kebiasaan belajar sendiri, Bagaimana kebiasaan belajar siswa, Apakah tingkat
intelegensi siswa tinggi, sedang atau rendah, Apakah siswa mampu membaca cepat,
Apa saja yang dikuasai oleh siswa (student achievement), Bagaimana motivasi
belajar siswa tersebut, Apakah yang menjadi harapan siswa setelah mempelajari
pokok bahasan tersebut, Bagaimana aspirasi kebudayaan dan vokasional siswa.
2.
Faktor-faktor
sosial
Meliputi Umur, Kematangan, Perhatian (minat), Apakah ada siswa
teladan dalam satu kelas, Apakah ada siswa yang cacat fisik, Bagaimana hubungan
antarsiswa, Bagaimana latar belakang sosial-ekonomis.
Perkembangan
Karakteristik Peserta Didik
Karena Peserta Didik adalah individu yang sedang berkembang berarti
peserta didik akan mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya.
a.
Karakteristik
peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik
Ada perubahan-perubahan yang bersifat universal pada masa remaja
yang berkaitan dengan karakteristik peserta didik, yaitu meningginya emosi yang
intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikis, perubahan
tubuh, perubahan minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial tertentu
untuk dimainkannya yang kemudian menimbulkan masalah, berubahnya minat,
perilaku, dan nilai-nilai, bersikap mendua (ambivalen) terhadap perubahan.
Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada perkembangan fisik, kognitif,
afektif, dan psikomotorik. Kemampuan psikomotorik ini berkaitan dengan
keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang
memerlukan koordinasi antara syaraf dan otak.
b.
Karakteristik
peserta didik yang berkaitan dengan aspek intelektual
Mengutip dari Perkembangan kognitif menurut Piaget, dimana masa
remaja sudah mencapai tahap operasi formal (operasi sama dengan kegiatan-kegiatan
mental tentang berbagai gagasan). Berlainan dengan cara berpikir anak-anak yang
tekanannya kepada kesadaran sendiri disini dan sekarang, cara berpikir remaja
berkaitan dengan dunia kemungkinan. Remaja mampu menggunakan abstraksi dan
mampu membedakan yang nyata dan konkrit dengan yang abstrak dan mungkin. Kemampuan
untuk menguji hipotesis dan bernalar secara ilmiah. Remaja mampu memikirkan
tentang masa depan dengan membuat perencanaan dan mengeksplorasi berbagai
kemungkinan untuk mencapainya. Remaja sudah menyadari tentang aktivitas
kognitif dan mekanisme yang membuat proses kognitif tersebut lebih efisien.
Melakukan introspeksi (pengujian diri) menjadi bagian kehidupan sehari- hari.
c.
Karakteristik
peserta didik yang berkaitan dengan aspek emosional
Perkembangan emosinya menunjukkan sifat yang sensitif dan reaktif
yang sangat kuat terhadap berbagai peristiwa, emosinya bersifat negatif dan
temperamental. Proses pencapaian kematangan emosi dipengaruhi oleh kondisi
sosio-emosional lingkungannya, terutama lingkungan keluarga dan kelompok teman
sebaya. Pada masa ini, tingkat karakteristik emosional akan menjadi drastis
tingkat kecepatannya. Gejala-gejala emosional para remaja seperti perasaan
sayang, marah,
takut, bangga dan rasa malu, cinta dan benci, harapan-harapan dan putus asa,
perlu dicermati dan dipahami dengan baik.
d.
Karakteristik
peserta didik yang berkaitan dengan aspek moral
Nilai-nilai moral atau konsep-konsep itu meliputi moralitas seperti
kejujuran, keadilan, kesopanan, dan kedisiplinan. Pada masa ini muncul dorongan
untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat dinilai baik oleh orang lain. Perkembangan
pemikiran moral remaja dicirikan dengan tumbuhnya kesadaran akan kewajiban
mempertahankan kekuasaan dan pranata yang ada karena dianggap sebagai suatu
yang bernilai, walau belum mampu mempertanggung jawabkan secara
pribadi (Monks, 1988).
e.
Karakteristik
peserta didik yang berkaitan dengan aspek spritual.
Spiritualitas adalah kesadaran tentang diri dan individu, asal,
tujuan, dan nasib, sedangkan religius merupakan serangkaian produk perilaku
tertentu yang dihubungkan dengan kepercayaan yang dinyatakan. Beberapa
Karakteristiknya seperti
Kecenderungan sikap bimbang, antara keinginan menyendiri dengan keinginan
bergaul, Senang membandingkan kaedah-kaedah, nilai-nilai etika atau norma
dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa, Mulai
mempertanyakan keberadaan dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan, Memiliki
sikap dan perilaku beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.
f.
Karakteristik
peserta didik yang berkaitan dengan aspek sosial-budaya
Karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek
sosial-budaya meliputi :
1)
Karakteristik
penyesuaiannya di lingkungan keluarga seperti : menjalin hubungan yang baik
dengan anggota keluarga, menerima otoritas orang tua, menerima tanggung jawab
dan batasan-batasaan keluarga , berusaha untuk membantu keluarga sebagai
individu ataupun kelompok dalam mencapai tujuan.
2)
Penyesuaian
karakteristik di lingkungan sekolah seperti : berpartisipasi dalam kegiatan
sekolah, menjalin persahabatan dengan teman-teman di sekolah, bersikap hormat
terhadap guru, pemimpin sekolah, dan staf lainnya dan membantu sekolah dalam
merealisasikan tujuan-tujuannya.
3)
Penyesuaian
karakteristik Di lingkungan masyarakat; a) mengakui dan respek terhadap hak-hak
orang lain, b) memelihara jalinan persahabatan dengan orang lain, c) bersikap
simpati terhadap kesejahteraan orang lain dan d) bersikap respek terhadap
nilai-nilai, hukum, tradisi, dan kebijakan-kebijakan masyarakat
Tujuan
Pembentukan Karakter
Tujuan
pembentukan karakter dalam setting sekolah yaitu menguatkan dan mengembangkan
nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting, Mengoreksi prilaku peserta didik
yang tidak berkesesuaian dengan nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah, Membangun
koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung
jawab pendidikan
karakter secara bersama.[1]
Ada 6 pilar karakter yang perlu dikembangkan diantarannya :
1)
Bentuk
karakter yang membuat seseorang menjadi berintegritas jujur dan loyal
2)
Bentuk
karakter yang membuat seseorang memiliki pemikiran terbuka serta tidak suka
memanfaatkan orang lain
3)
Bentuk
karakter yang membuat seseorang memiliki sikap peduli dan perhatian terhadap
orang lain maupun kondisi sosial lingkungan sekitar
4)
Bentuk
karakter yang membuat sesorang selalu menghargai dan menghormati orang lain.
5)
Bentuk
karakter yang membuat seseorang sadar hukum dan peraturan serta peduli terhadap
lingkungan alam
6)
Bentuk
karakter yang membuat seseorang bertanggung jawab, displin , dan selalu
melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin.[2]
Hubungan Karakteristik Peserta didik dengan Proses Pembelajaran
Karakteristik peserta didik sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran
Karakteristik
peserta didik sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Peserta didik yang
mempunyai kesiapan secara fisiologis dan psikologis akan mampu mengikuti proses
pembelajaran dengan baik. Guru harus bersikap sesuai dengan karakteristik dan
kebutuhan peserta didik dan memberikan perhatian yang cukup kepada peserta
didik yang bermasalah. Guru perlu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan
perbedaan di antara para peserta didiknya. Karakteristik
peserta didik mempunyai hubungan positif dengan hasil pembelajaran. Artinya,
semakin baik karakteristik peserta didik maka hasil belajar akan cenderung semakin
baik atau meningkat. Sebaliknya, karakteristik peserta didik yang tidak baik akan
menyebabkan hasil belajar tidak baik atau menurun.
Perbedaan karakteristik peserta didik berhubungan erat dengan
proses pembelajaran yang dilaksanakan, ada beberapa cara yang dapat
dilaksanakan untuk mengurai perbedaan-perbedaan tersebut, antara lain dengan
memberikan program nutrisi kepada peserta didik yang berasal dari keluarga
kurang mampu, menciptakan mekanisme sosial yang baik di antara para peserta
didik, melaksanakan pembelajaran konstektual, program remedial (perbaikan) bagi
yang belum tuntas, dan meningkatkan prosesionalisme guru diketahui mempunyai
hubungan positif dengan hasil pembelajaran.
Cara untuk
mengeliminir perbedaan peserta didik antara lain: 1) program nutrisi dan
stimulasi harus diberikan pada anak-anak yang berasal dari keluarga
berpenghasilan rendah, 2) penciptaan mekanisme sosial yang mendukung, 3)
pembelajaran secara kontekstual, disesuaikan dengan perbedaan masing-masing, 4)
mengadakan program remediasi dua tahap dan 5) pengembangan profesionalisme guru
dalam upaya meningkatkan pembelajaran yang berorientasi perbedaan. (Khodijah
2011:193)
REFERENSI
Suriyadi, Setratagi Pembelaajaran Karakter, (Bandung: Remaja Rosda
Karya, 2013), hal.9
Masnur Muslich, Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis
Multidensional, Cet. 2 (Jakarta : Bumi Aksara, , 2011), h. 39
Dr. Jamisten Situmorang, Dra. Isa Rosmawati, Modul Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Matematika Teknik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Edisi Revisi
2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan 2018.
Rosniati Hakim, Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui
Pendidikan Berbasis Al-Quran, Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun IV, Nomor2,
Juni 2014
Yuyun Yunarti, Pendidikan Kearah Pembentukan Karakter, Jurnal
Tarbiyah Volume 11 Nomor 2 Edisi Januari-Juli 2014
Komentar
Posting Komentar