EVALUASI PEMBELAJARAN

 

EVALUASI PEMBELAJARAN

PENGERTIAN SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN

Menurut Mehrens dan Lehmann yang dikutip oleh Ngalim Purwanto, evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Ngalim Purwanto, 2004; 3).
Hubungannya dengan kegiatan pengajaran adalah evaluasi diartikan sebagai suatu proses yang sistematis untuk menentukan keputusan sampai sejauh mana tujuan dicapai oleh siswa hal tersebut Menurut Norman Gronlund, yang dikutip oleh Ngalim Purwanto dalam buku Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Sedangkan menurut Wrightstone dan kawan-kawannya evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum (Ngalim Purwanto, 2004; 3).

Roestiyah dalam bukunya Masalah-Masalah Ilmu Keguruan yang kemudian dikutip oleh Slameto, mendeskripsikan pengertian evaluasi sebagai (Slameto, 2001; 6):

a.       proses memahami atau memberi arti, mendapatkan dan mengko- munikasikan suatu informasi bagi petunjuk pihak-pihak pengambil keputusan.

b.      kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya, yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa, guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.

c.       pengembangan sistem instruksional, evaluasi merupakan suatu kegiatan untuk menilai seberapa jauh program telah berjalan seperti yang telah direncanakan.

d.      alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan apakah proses dalam pengembangan ilmu telah berada di jalan yang diharapkan.

TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI PEMBELAJARAN

Evaluasi pembelajaran dikategorikan ke dalam penilaian formatif atau evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri (Nana Sudjana, 1991; 5). Secara umum, dalam bidang pendidikan, evaluasi bertujuan untuk:

a.       Memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalampencapaian tujuan-tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

b.      Mengukur dan menilai sampai di manakah efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta.

Selain itu yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:

a.       Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program Pendidikan.

b.      Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya (Anas Sudijono, 2006; 17).

Nah jadi sebenarnya Evaluasi dalam pembelajaran itu dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan, misalnya tentang akan digunakan atau tidaknya suatu pendekatan, metode, atau teknik. Dalam keadaan pengambilan keputusan proses pembelajaran, evaluasi
sangat penting karena telah memberikan informasi mengenai keterlaksanaan proses belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol pelaksanaan proses belajar mengajar. Dengan demikian sangatlah  penting fungsi evaluasi itu dalam
proses belajar mengajar.

Ada empat fungsi dalam evaluasi, yaitu: pertama, untuk mengetahui kemajuan dan keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu. Kedua, untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pembelajaran. Ketiga, untuk keperluan bimbingan dan konseling. Keempat, untuk keperluan pengembangan dan perbaikan
kurikulum sekolah yang bersangkutan.

Secara garis besar menurut (Slameto, 2001; 15-16): evaluasi berfungsi untuk  Mengetahui kemajuan kemampuan belajar murid, Mengetahui status akademis seseorang siswa dalam kelasnya, Mengetahui penguasaan, kekuatan dalam kelemahan seseorang siswa atas suatu unit pelajaran, Menegtahui efisiensi metode mengajar yang digunakan guru, Menunjang pelaksanaan BK di sekolah, Memberi laporan kepada siswa dan orang tua, Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan promosi siswa, Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan pengurusan, Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan perencanaan pendidikan, Memberi informasi kepada masyarakat yang memerlukan, Merupakan feedback bagi siswa, guru dan program pengajaran, Sebagai alat motivasi belajar mengajar, dan Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan.

Jadi tujuan utama melakukan evaluasi dalam pendidikan adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai pencapaian tujuan instruksional oleh siswa, sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya yang merupakan fungsi dari evaluasi.

PRINSIP DAN TEKNIK EVALUASI PEMBELAJARAN

Prinsip-prinsip evaluasi diantaranya seperti :

a.       Prinsip Objektif Evaluasi harus dilaksanakan secara objektif. Objektif artinya tanpa pengaruh, karena evaluasi harus berdasarkan data-data yang nyata dan harus berdasarkan testing yang telah dilaksanakan.

b.      Prinsip Kontinu Evaluasi harus dilaksanakan secara kontinu. Maksudnya evaluasi itu harus dilaksanakan terus menerus.

c.       Prinsip komprehensif Evaluasi hendaknya dilaksanakan secara komprehensif. Artinya evaluasi itu hendaknya sejauh mungkin harus mengenai pada semua aspek kepribadian murid (Subari, 1994; 172).

Prinsip evaluasi menurut standar penilaian pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah, prinsip tersebut mencakup (BSNP, 2007; 4-6):

a.       Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.

b.      Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektifitas penilai.

c.       Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan dan tidak merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus, perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, atau gender.

d.      Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tidak terpisahkan kegiatan pembelajaran.

e.       Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.

f.       Menyeluruh dan berkesinambungan Berarti penilaian mencakup semua aspek
kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.

g.      Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah baku.

h.      Beracuan Kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan.

i.        Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi
teknik, prosedur, maupun hasilnya.

Prinsip ini diperlukan sebagai pemandu dalam kegiatan evaluasi.

KEDUDUKAN EVALUASI PEMBELAJARAN

Unsur-unsur transformasi dalam proses pendidikan itu meliputi :

a.       Pendidikan dan Personal Lainya

b.      Isi Pendidikan

c.       Teknik Sistem Evaluasi

d.      Sarana Pendidikan

e.       Sistem Administrasi

Nah unsur diatas Untuk mengetahui dan menetapkan siswa apakah sudah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan lembaga pendidikan atau belum, diperlukan juga kegiatan evaluasi. Sehingga dengan adanya evaluasi tersebut juga akan dihasilkan umpan balik, yang mana maksud dari umpan balik ini adalah segala informasi yang berhasil diperoleh
selama proses pendidikan yang digunakan sebagai bahan petimbangan untuk perbaikan masukan dan transformasi yang ada dalam proses. Dimana umpan balik ini berfungsi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan masukan dan transformasi yang ada dalam proses.

MANFAAT EVALUASI PEMBELAJARAN

Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran, yaitu:

a.       Memahami sesuatu: mahasiswa (entry behavior, motivasi, dll), sarana dan
prasarana, dan kondisi dosen.

b.      Membuat keputusan: kelanjutan program penanganan masalah, dll.

c.       Meningkatkan kualitas PBM: komponen-komponen PBM

Sementara secara lebih khusus evaluasi akan member manfaat bagi pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran, seperti siswa, guru, dan kepala sekolah.

1.      Bagi Siswa: mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran Memuaskan atau tidak memuaskan

2.      Bagi Guru: a) mendeteksi siswa yang telah dan belum menguasai tujuan melanjutkan remedial atau pengayaan, b) ketepatan materi yang diberikan jenis, lingkup, tingkat kesulitan, c) Ketepatan metode yang digunakan.

3.      Bagi Sekolah: a) Hasil belajar cermin kualitas sekolah, b) membuat program sekolah, c) pemenuhan standar.

Dengan demikian dapatlah difahami bahwa evaluasi sangat perlu/bermanfaat dan merupakan syarat mutlak untuk perbaikan, agar mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak.

RUANG LINGKUP EVALUASI PEMBELAJARAN

Menurut Sudaryono, cakupan evaluasi tersebut adalah:

1.      evaluasi hasil belajar.

2.      program pembelajaran atau kurikulum.

3.      evaluasi peralatan, seperti buku, media, dan alat-alat peraga.

4.      tujuan akan dicapai oleh kegiatan evaluasi tersebut.

Secara garis besar, evaluasi pembelajaran dibedakan menjadi tiga macam keluasan,160 yaitu:

1.      Pencapaian akademik. Evaluasi pencapaian akademik mencakup semua instrumen evaluasi yang direncanakan secara sistematis guna menentukan derajat di mana seorang siswa dapat mencapai tujuan pendidika yang telah ditentukan sebelumnya oleh para guru.

2.      Evaluasi kecakapan atau kepandaian. Instrumen evaluasi kecakapan yang diperoleh dari siswa dapat dignakan oleh guru untuk memprediksi prospek keberhasilan anak didik di masa yang akan datang, jika ia belajar intensif dengan fasilitas pembelajaran yang baik.

3.      Evaluasi penyesuaian persona sosial. Personalitas dalam hal ini merupakan keseluruhan dari siswa. Personalitas merupakan semua karakteristik psikologi yang dimiliki siswa dan hubungannya dengan siswa lain. Cakupannya antara lain adalah kemampuan, emosi, sikap, dan minat siswa yang dimiliki sebagai pengalaman lalu dari siswa tersebut.

 

 

MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN

1.      Model CIPP (Context, Input, Process, Product)

Evaluasi konteks (context) dimaksud untuk menilai kebutuhan, masalah,
asset dan peluang guna membantu pembuat kebijakan menetapkan tujuan dan prioritas. Evaluasi masukan (input) dilaksanakan untuk menilai
alternative pendekatan, rencana tindak, rencana staf dan pembiayaan bagi
kelangsungan program dalam memenuhi kebutuhan kelompok sasarna serta
mencapai tujuan yang ditetapkan. Evalusi proses (process) ditujukan untuk menilai implementasi dari rencana yang telah ditetapkan guna membantu para pelaksana dalam menjalankan kegiatan dan kemudian akan dapat membantu kelompok pengguna lainnya untuk mengetahui program kerja dan memperkirakan hasilnya.

 

2.      Model Kesenjangan

Evaluasi model kesenjangan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara baku (standard) yang sudah ditentukan dalam program dengan kinerja (performance) sesungguhnya dari program tersebut.

 

3.      Model Evaluasi Formatif

Tujuan dari evaluasi formatif adalah untuk mengadakan penyesuaian didalam kegiatan pendidikan begitu muncul kebutuhan, entah penyesuaian tersebut berkaitan dengan personal, materi, fasilitas atau berkaitan dengan objektif pembelajaran, atau bahkan dengan sikap diri sendiri.

 

4.      Model Evaluasi Sumatif

Tujuan dari evaluasi sumatif adalah menentukan efek atau hasil dari upaya
pengajaran. Tujuannya adalah menjumlahkan apa yang terjadi sebagai hasil dari pendidikan . Evaluasi sumatif (hasil) mengukur perubahan yang terjadi akibat dari pembelajaran dan pengajaran.

 

5.      Model Pengukuran

Model ini menitikberatkan pada pengukuran terhadap hasil belajar yang dicapai siswa
pada masing-masing bidang pelajaran dengan menggunakan tes (Dyer, 1960).
Hasil belajar yang dijadikan objek evaluasi disini terutama adalah hasil belajar
dalam bidang pengetahuan (kognitif) yang mencakup berbagai tingkat pengetahuan seperti kemampuan ingatan, pemahaman aplikasi dan sebagainya, yang evaluasinya dapat dilakukan secara kuantitatif-objektif dengan menggunakan prosedur yang distandarisasikan.

 

6.      Model Persesuaian

proses evaluasi menurut model ini yaitu Merumuskan atau mempertegas tujuan-tujuan pengajaran, Menetapkan test situation yang diperlukan, Menyusun alat evaluasi, Menggunakan hasil evaluasi.

 

7.      Model Evaluasi Sistem Pendidikan

Model evaluasi system pendidikan bertitik tolak dari pandangan bahwa keberhasilan suatu program pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, ciri anak didik maupun lingkungan sekitarnya, tujuan program dan peralatan yang dipakai, serta prosedur dan mekanisme pelaksanaan program itu sendiri. Evalausi menurut model ini dimaksudkan untuk membandingkan kinerja dari berbagai dimensi program yang sedang dikembangkan dengan sejumlah criteria tertentu, untuk akhirnya sampai pada suatu deskripsi dan jajmen mengenai program yang dinilai tersebut.

                                                            REFERENSI

Irawan, KLASIFIKASI MODEL DAN TEKNIK EVALUASI PEMBELAJARAN

Suarga, HAKIKAT, TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN, Volume VIII, Nomor 2, Juli - Desember 2019

Dr. Haryanto, M.Pd, EVALUASI PEMBELAJARAN (KONSEP DAN MANAJEMEN), Diterbitkan dan dicetak oleh: UNY Press Jl. Gejayan, Gg. Alamanda, Komplek Fakultas Teknik UNY Kampus UNY Karangmalang Yogyakarta

MAHIRAH B., EVALUASI BELAJAR PESERTA DIDIK (SISWA), JURNAL IDAARAH, VOL. I, NO. 2, DESEMBER 2017

Akhmad Riadi, PROBLEMATIKA SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN, Ittihad Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan Volume 15 No.27 April 2017






Komentar